Home » » Cara Melakukan Pembelian Rumah Siap Bangun Dengan Aman

Cara Melakukan Pembelian Rumah Siap Bangun Dengan Aman

Tips Membeli Rumah

Dari sekian banyak konsumen setelah menemukan lokasi rumah yang cocok dan sesuai dengan kriteria, mereka akan selalu menanyakan legalitas rumah yang akan di beli. Banyak konsumen yang masih ragu jika surat-surat belum ready, kasus ini biasanya terjadi pada pembelian rumah siap bangun.

Banyak sekali kasus-kasus pengembang nakal yang sangat merugikan konsumen.
Konsumen perumahan di Indonesia seolah sering kali tak berdaya menghadapi tingkah laku pengembang (developer) yang merugikannya. Faktanya, sudah ratusan bahkan sampai ribuan orang menjadi korban kasus perumahan fiktif, misalnya dalam kasus pengembang telah melakukan pemasaran begitu luas kepada calon konsumen/pembeli dari mulai view yang menarik, fasilitas yang memadai, harga yang murah tetapi ternyata perumahan tersebut fiktif alias tidak ada atau  dalam kasus lain ternyata tanah yang dipakai bangunan rumah masih bermasalah dalam pembebasan tanah.

Berikut adalah beberapa tips cara pembayaran untuk melakukan pembelian rumah siap bangun:

1.    Booking fee (UTJ/Uang Tanda Jadi)
Besarnya booking fee biasanya antara 1jt-10jt tergantung dari aturan masing-masing pengembang. Tanyakan dulu tahap-tahap pembayaran sebelum melakukan booking fee. Apakah uang akan hangus atau dikembalikan jika terjadi pembatalan. Biasanya jika terjadi pembatalan dari pihak konsumen, maka booking fee akan hangus.
2.    Uang Muka (DP/ Down Payment)
Besarnya uang muka tergantung dari aturan masing-masing pengembang. Pembayaran Uang muka ini sebaiknya dilakukan dengan PPJB (Perikatan Perjanjian Jual Beli) dihadapan notaris. Sebutkan klausula-klausula tata cara pembayaran dari awal sampai akhir. Demi keamanan dan kenyamanan dalam jual beli ini sebaiknya libatkan notaris dalam melakukan transaksi jual beli rumah atau tanah. Kalau perlu ditambah dengan klausula-klausula yang mengamankan posisi konsumen secara hukum.
3.    Pelunasan
Sebaiknya pelunasan dilakukan setelah dibuat berita acara serah terima atau saat AJB (Akad Jual Beli) atau pada saat balik nama dilakukan.
Hal lainnya yang perlu diperhatikan konsumen adalah pada saat serah terima fisik. Rumah yang diserahkan harus cocok spesifikasinya dengan yang ada di dalam PPJB. Jika tidak sesuai, maka hak konsumen untuk tidak menandatangani berita acara serah terima tersebut sebelum pengembang menyelesaikannya.


Jika pengembang menghindari perjanjian di notaris, maka Anda boleh meragukan dan tanyakan mengapa alasannya. Memang biasanya biaya notaris akan menjadi alasan. Sebenarnya biaya notaris tidaklah mahal yaitu sekitar 1jt untuk membuat perikatan jual beli. Tentunya biaya tersebut tidak mahal demi keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi rumah.

Beli rumah sekarang,, tunggu apa lagi…. Harga naik terus lho…
Semoga tipsnya bermanfaat….
Share this product :

11 comments

Post a Comment

 
Support : Google | Yahoo | Bing | MSN | Altavista | Baidu
Copyright © 2011. Informasi Perumahan Yogyakarta - All Rights Reserved
Solusi Mudah Cari Rumah @ Property Marketing
Published by www.PerumJogja.info